My lIfE StoRy

My lIfE StoRy

Laporan Kerja BTE : Rangkaian Listrik Pada Lampu Dan Bel


LAPORAN KERJA BTE




Disusun Oleh :
KELOMPOK :
·        Nugroho Alfarizi






Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan laporan tanpa adanya halangan apapun. Laporan yang berjudul “Rangkaian Listrik Pada Lampu Dan Bel” merupakan salah satu tugas dari guru mata pelajaran BTE di sekolah kami.
Sholawat serta salam senantiasa kita limpahkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari alam yang berliku-liku menuju alam yang lurus. Amin
          Dan kami juga memohon maaf  kepada orang-orang yang telah membaca laporan ini karena kami tahu bahwa makalah ini sangatlah jauh dari kata sempurna oleh karenanya kritik dan saran sangatlah kami butuhkan dan inginkan demi menyempurnakan laporan kami.


Palu,01 Oktober 2013

         Penyusun









RANGKAIAN LISTRIK

I.              Tujuan
Siswa mampu membuktikan cara kerja rangkaian listrik pada bohlam lampu dan bel
II.           Landasan Teori
Rangkaian listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan alat-alat listrik lainnya yang mempunyai fungsi tertentu. Berdasarkan susunan hubungan alat-alat listrik, maka rangkaian listrik tersusun  dengan tiga cara, yaitu: rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran. Pada percobaan sebelumnya telah dijelaskan rangakain seri.
Rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel).Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak, ini dikarenakan kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak.Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri.Dalam rangkaian paralel besarnya komponen-komponen listrik disusun secara paralel/ sejajar dengan sumber arus listrik. Dalam rangkaian paralel besarnya hambatan total dalam rangkaian lebih kecil dari hambatan setiap peralatan listrik yang disambungkan.
Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Seperti pada rangkaian seri, rangkaian paralel juga mempunyai ciri-ciri khusus. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu:
1. Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai
2. Jika salah satu alat listrik dilepas atau  rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain.

Adapun sifat susunan paralel yaitu:
1.    Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
2.    Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
3.    Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)
4.    Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oeh rangkaian cabang yang terputus tersebut.



III.       
Pembahasan

Dalam percobaan yang dilakukan akan nampak bahwa, Ketika saklar diaktifkan, lampu bohlam akan hidup atau menyala dan bel akan berbunyi. Dan apabila salah satu lampu dimatikan maka lampu yang lain akan tetap menyala, berbeda dengan rangkaian seri yang apabila lampu yang lain dimatikan maka lampu yang lain akan ikut mati karena saling berkesinambungan.  
 
IV.        Alat
– Gunting
– Obeng
– Bor
– Kater
– Gergaji
V.           Bahan
– Lampu bohlam
– Saklar tombol
– Kabel secukupnya
– Bel
– Papan tripleks
– Baut
– Isolasi putih

VI.        Langkah Kerja

1.      Siapkan alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan untuk merangkai rangkaian listrik, (berupa rangkaian parallel).
2.      Potonglah tripleks dengan menggunakan gergaji dengan ukuran 35 cm x 35 cm.
3.      Lubangi tripleks dengan bor sebagai tempat masuk baut dan kebel.
4.      Sambungkan ujung tembaga kabel ketempat lampu, saklar, dan bel.
5.      Menggunting kabel bel listrik Ujung kabel dibuat terbuka untuk dipasang pada rangkaian / saklar / lampu / bel ; dengan cara potong sedikit pembungkus kabel kemudian tarik sambil diplintir.
6.      Memasang kabel bel lisrik pada fitting yang telah dipasang lampu dan mengikat kabel yang telah dipotong ke fitting yang telah dipasang lampu
7.     Membuka saklar dengan obeng
8.      Memasang kabel (tembaga) yang telah digunting ke saklar dan kemudian saklar ditutup kembali
9.      Menyambungkan tembaga (kabel bel yang sudah dipotong) dengan tembaga (secara seri atau parallel)
10.  Menutupi sambungan dengan selotip kabel
11.  Masukkan kabel lewat lubang yang telah dibuat dan kuatkan lampu, saklar, dan bel menggunakan baut agar tidak lepas.
12.  Sambungkan satu kabel dari lampu dengan masing-masing satu kabel bel dan satu kabel saklar (pastikan kabel yang bertemu positif dengan positif), kemudian sambungkan satu kabel lampu lainnya dengan satu kabel bel dan satu kabel saklar (pastikan kabel yang bertemu negatif dengan negatif).
13.  Sambungakan kabel dari lampu, bel, dan saklar yang positif dengan salah satu kabel colokan yang positif pula, sedangkan sambungakan kabel dari lampu, bel, dan saklar yang negatif dengan salah satu kabel colokan yang negatif.
14.  Masukkan colokan pada stop kontak, dan kemudian benda kerja siap digunakan....

VII.     Hasil Pengamatan
Ketika saklar diaktifkan, lampu bohlam akan hidup atau menyala dan bel akan berbunyi.

VIII.  Manfaat dan Kegunaan
– Sebagai pengingat atau alaram jika bel dibunyikan
– Sebagai penerang jika lampunya dinyalakan
– Dapat digunakan dalam perlombaan cerdas cermat

IX.        Kesimpulan
Dalam rangkaian listrik ini, digunakan rangkaian parallel dimana saat saklar tombol ditekan, lampu bohlam dan bel dapat menyala, meskipun salah satu benda dimatikan maka benda lain akan tetap menyala.Terbukti dengan jika fungsi satu rangkaian dimatikan rangkaian yang lain akan tetap hidup.

X.           Daftar Pustaka
Kartika Chrysti Suryandari, M.Si. 2011. Petunjuk Praktikum Konsep Dasar IPA 3 Program S1 PGSD. Kebumen: FKIP UNS Surakarta
Wasis,dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam Jilid 3 untuk SMP dan MTs Kelas IX. Jakarta: Depdiknas



English Task : Folktale From South Sulawesi

La Tongko-Tongko : Folktale From South Sulawesi


THERE was a very stupid man. His name was La Tongko- Tongko. He lived with his mother. One day, La Tongko- Tongko told his mother that wanted to get married. If you want to get married, you have to find a girls first. Then ask her to marry you.
La Tongko- Tongko listened to his mother. So, he started to find a girl. And while he was looking around, he met a girl. She was carrying some potatoes in her bag.
Hey, girl I want to get married. Do you want to be my wife?
The girl was angry! She thought La Tongko- Tongko was mocking her. She threw the potatoes at him. La Tongko- Tongko ran away!
At home, La Tongko- Tongko told his mother about girl he met today.
Oh, you are so stupid La Tongko- Tongko. You cannot ask a girl to get married like that. You and the girl have to love each other then you can get married, explained his mother.
La Tongko- Tongko immediately went out. He still remembered his mothers advce. While he was looking around, a girl was walking and she was carrying some fire woods. La Tongko- Tongko approached her and talked to her.
Hey, girl I love you. Do you love me? If you do, lets get married.
The girl was angry! She threw some woods at him. La Tongko- Tongko ran away!
Again, La Tongko- Tongko told his mother about the girl he met.
Oh, no. Youre so stupid. You cannot do that. Love takes time. Besides that you have to talk nicely and gently, explained his mother.
La Tongko- Tongko walked around. Finally, he arrived in the jungle. He saw a girl was lying on the ground under a big tree. He did not know that the girl was dead. He approached the girl and talked to her.
Hi, beautiful girl. I really love you. How about you? Do you love me?
Of course the girl did not respond.
After all she was dead already. However, La Tongko- Tongko thought that girl needed time to respond. He remembered his mothers advice. He repeated his question again. And when she kept quiet, La Tongko- Tongko thought the girl was shy. Finally, he asked the final question.
Do you want to marry me? If you keep quiet, I will think you say yes.
And because the girl did not say anything and did not move at all, La Tongko- Tongko held her and brought her home.
At home, La Tongko- Tongko put her in his bed room. He told his mother tha t he had already found a wife. The mother was happy. She wanted to meet the girl. And when she saw a dead body in the bed room, she screamed!
La Tongko- Tongko,why did you bring a dead body to our home?
Dead body? How did you know she is dead? asked La Tongko- Tongko.
Cant you smell the stink from her body? Bury her body now!
La Tongko- Tongko then buried the girls body. He felt that he just learned something. And after finished burying the body, he went back home.
Before he went to bed, he broke wind. It smelled so bad. La Tongko- Tongko thought that he was dead. He dug a hole and buried his body. And when his mother saw him, she was really angry.
what are you doing?
Im dead mother. I broke wind and it smelles so stink.
The mother could not do and say anything. He just left La Tongko- Tongko alone. And after several hours, La Tongko- Tongko could not hold it anymore. He freed himself and went back to his home.

Question
  1.     Who lived with La Tongko Tongko in his home ?
a.    His friend
b.    His dog
c.   His mother
d.    His wife

  2.    What is La Tongko Tongko told to his mother in paragraph 1 ?
a.  He wanted to get married
b.    He wanted to find a girl
c.    He wanted to ran away
d.    He wanted to some drink

  3.    What is La Tongko Tongko ask tothe girl who carrying some potatoes in her bag ?
a.  Do you want to be my wife ?
b.    Do you love me ?
c.    Do you crazy ?
d.    Can i love you ?

4.    How did the girl who carrying some potatoes in her bag felt after La Tongko Tongko ask her ?
a.  She felt so angry
b.    She felt so happy
c.    She felt so hungry
d.    She felt so sad

  5.    Where the folktale of La Tongko Tongko came from ?
a.    From my home
b.    From your home
c.    From La Tongko Tongko home
d.  From South Sulawesi

  6.    What is the explained his mother for La TongkoTongko about the first girl he met ?
a.    You and the girl have to fight each other
b.  You and the girl have to love each other
c.    You must to be a smart man
d.    You and the girl have to school each other

  7.    What is La Tongko Tongko ask to the girl who carrying some fire woods ?
a.    Will you marry me ?
b.    What do you want ?
c.    Where is your mother ?
d.  Do you love me ?

  8.    What is the explained his explained his mother for La Tongko Tongko about the second girl he met ?
a.    Your so stupid
b.    You can’t do that
c.   You have to talk nicely and gently
d.    Love takes time

  9.    “He freed himself ....” The underlind word refers to ...
a.    Mother
b.    Little brother
c.   La Tongko Tongko
d.    The big brother

  10.  What is the name of the story which a very stupid man ?
a.    The three bears
b.    The little bear
c.   La Tongko Tongko
d.    Your hamster

Makalah "FISIKA" : Proses Terbentuknya Pelangi


MAKALAH FISIKA
“ PROSES TERBENTUKNYA PELANGI”







KELAS : XII IPA 2
PEMBINA : Suryo Santoso, S.Pd, M.Si

Disusun Oleh :
KELOMPOK  4 :
·        Nugroho Alfarizi







Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa adanya halangan apapun. Makalah yang memuat tentang “Proses terbentuknya pelangi”  merupakan salah satu tugas dari guru mata pelajaran FISIKA di sekolah kami.

Sholawat serta salam senantiasa kita limpahkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari alam yang berliku-liku menuju alam yang lurus. Amin
          Dan kami juga memohon maaf  kepada orang-orang yang telah membaca makalah ini karena kami tahu bahwa makalah ini sangatlah jauh dari kata sempurna oleh karenanya kritik dan saran sangatlah kami butuhkan dan inginkan demi menyempurnakan makalah kami.

                                                                    Palu,28 September 2016


         Penyusun







BAB I
PENDAHULUAN
              A.    Latar Belakang
Pelangi merupakan salah satu pemandangan indah yang jarang kita lihat. Jika dilihat, bentuk pelangi seperti busur di langit biru yang muncul karena pembiasan dari sinar matahari ketika hujan Kira-kira di mana ya pelangi bisa terlihat? Biasanya pelangi bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau ketika hujan baru berhenti turun. Pelangi merupakan satu-satunya gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat. Ia terdiri dari beberapa spektrum warna. Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sedangkan violet memiliki panjang gelombang terkecil.
Pada abad ke-17, ilmuwan inggris, Isaac Newton, (1642 -1727) menemukan bahwa cahaya putih matahari sebenarnya adalah campuran dari cahaya berbagai warna. Dia menyorotkan sedikit sinar matahari melalui sebuah prisma kaca berbentuk segitiga (balok kaca) dalam sebuah ruang gelap. Bentuk prisma tersebut membuat berkas sinarnya membelok dan kemudian memisah menjadi suatu pita cahaya yang lebar. Di dalam pita ini, Newton melihat tujuh warna yang disebut spektrum. Warna-warna ini adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (sebutan mudahnya "mejikuhibiniu").
Semua cahaya bergerak dalam bentuk gelombang. Panjang gelombang adalah yang menentukan warna cahaya tersebut. Kadang, sebuah pelangi kedua yang lebih redup dapt terlihat di atas pelagi utama karena cahaya telah dipantulkan atau dibiaskan lebih dari sekali di dalam tetes-tetes air hujan. Warna-warna pelangi kedua ini terbalik, merah di dalam dan ungu diluar. Warnanya tidak pernah secerah pelangi utama karena setiap kali cahaya dipantulkan, ada sedikit cahaya yang hilang.
Pada tahun 1852, ilmuwan Jerman, Ernst Von Brycke, menyatakan bahwa warna biru langit diakibatkan oleh partikel-partikel di atmosfer yang menyebarkan cahaya matahari saat memasuki atmosfer. Kemudian, dua fisikawan Inggris, Lord Rayleigh (1842-1919) dan John Tyndall (1820-1893) mempunyai penjelasan lain. Rayleigh berpendapat bawah bagian biru dari cahaya matahari disebarkan oleh debu dan uap air, tetapi dia salah. Molekul udara sendirilah yang menyebarkan cahaya. Meskipun demikian kita masih menyebut jenis penyeberan ini sebagai efek Tyndall, atau penyebaran Rayleigh, sesuai dengan nama kedua ilmuwan tersebut.
B.     Tujuan
Tujuan Penulis menulis makalah iniialah, untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya pelangi







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Proses Terjadinya Pelangi
Pelangi berasal dari cahaya putih dibiaskan menjadi berbagai panjang gelombang cahaya yang terlihat oleh mata kita sebagai merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut “spektrum”. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu ujung dan biri serta ungu disisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang. Ketika kita melihat pelangi, sama saja dengan ketika kita melihat spektrum. Bahkan, pelangi adalah spketrum melengkung besar yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari.

Ketika cahaya matahari melewati tetesan air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi didalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air kearah yang berbeda, tergantung pada warnanya.Cahaya matahari merupakan sinar polikromatik, saat masuk ke dalam tetesan air hujan akan diuraikan menjadi warna-warna monokromatik yang memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Cahaya matahari yang telah terurai menjadi warna monokromatik sebagian akan mengalami pemantulan saat mengenai dinding tetesan air hujan dan sebagian lainnya akan menembus ke luar tetesan air hujan.  
  
Masing-masing gelombang cahaya monokromatik tersebut akan mengalami pembiasan cahaya saat keluar dari tetesan air hujan dan arah pembiasannya akan berbeda-beda, tergantung pada warnanya. Pembiasan ini terjadi karena cahaya mengalami perubahan indeks media dari udara ke air. Ketika sinar dihantarkan kembali ke permukaan belakang tetesan air,hampir seluruhnya dibiaskan dan keluar dari tetesan air

Warna-warna monokromatik yang keluar dari tetesan air hujan mempunyai panjang gelombang yang berada dalam rentang 400 – 700 nm. Pada rentang 400 – 700 nm, gelombang cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia ialah gelombang yang mempunyai gradasi warna merah sampai ungu. Gradasi warna tersebut diasumsikan sebagai warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Dan ketika kita melihat warna-warna ini pada pelangi, kita akan melihatnya tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi. Ini disebabkan karena cahaya merah adalah bagian dari Spektrum cahaya tampak yang memiliki frekuensi paling rendah atau panjang gelombang paling panjang bila dibandingkan dengan cahaya tampak lainnya. Dan cahaya ungu memiliki frekuensi paling tinggi dan panjang gelombang paling pendek. Sehingga antara warna merah dan ungu tidak saling bertemu, warna merah berada di paling ujung pada pelangi dan warna ungu berada di paling bawah pada pelangi.Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi kita harus berada diantara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang kita. Matahari, mata kita dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.
Ketika kita melihat warna-warna ini pada pelangi, kita akan melihatnya tersusun dengan dengan merah di paling atas dan warna ungu di paling bawah. Skema terjadinya pelangi lihat pada gambar dibawah ini !

Ada dua hal yang menyebabkan daerah terang pelangi terlihat lebih terang dibandingkan daerah lainnya, yaitu;
  • Cahaya matahari yang masuk ke tetesan air hujan yang menimbulkan pelangi pertama mempunyai intensitas cahaya matahari yang paling besar.
  • Pada proses pembentukan pelangi pertama, saat berada dalam tetesan air hujan, cahaya matahari hanya mengalami satu kali proses pemantulan cahaya, sehingga energi yang terserap oleh tetesan air hujan masih cukup banyak.
Cahaya dibiaskan saat masuk ke titik-titik air, pembiasan ini terjadi karena cahaya mengalami perubahan indeks media dari udara ke air kemudian mengalami dispersi dan mengalami penguraian.Cahaya matahari yang telah terurai menjadi warna monokromatik sebagian akan mengalami pemantulan saat mengenai dinding tetesan air hujan dan sebagian lainnya akan menembus ke luar tetesan air hujan.  
Proses terjadinya pelangi melalui pembiasan, pemantulan dan dispersi cahaya
                                                                                                          


B.     Bentuk-bentuk  Pelangi
Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras. Adapun bentuk-bentuknya sebagai berikut :

1.      Classic Rainbows
Pelangi Alam terdiri dari enam warna: merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Intensitas warna masing-masing mungkin karena berbagai kondisi atmosfer dan waktu (kemudian).
2.      Circular Rainbows
Pelangi itu benar-benar terlihat seperti busur lingkaran sempurna (dengan radius tepat 42 derajat, menurut Descartes), meskipun melihat pelangi ini sulit karena tanahnya memiliki kebiasaan menghalangi.
3.      Secondary Rainbows
Pelangi primer, sering disertai dengan pelangi sekunder biasanya tipis dan redup daripada pelangi primer. Pelangi sekunder terkenal dengan karakteristik tertentu: spektrum ditampilkan dalam urutan terbalik dari sebuah pelangi primer.
4.      Red Rainbows
Red Rainbows biasanya terlihat saat fajar atau senja ketika ketebalan filter atmosfir bumi menjadi biru, meninggalkan lebih merah atau tetesan cahaya oranye mencerminkan dan membiaskan air. Hasilnya adalah pelangi dengan spektrum ujung merah sangat meningkat.
5.      Sundogs
Yang paling sering terlihat rendah di langit di hari musim dingin yang cerah, sundogs dibuat ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Sundogs berwarna merah di bagian dalam dan ungu di bagian luar dengan sisa spektrum ramai di antaranya. Semakin tebal konsentrasi kristal es di udara, semakin tebal pula struktur nya.
6.      Fogbows
Fogbows lebih jarang terlihat daripada pelangi karena parameter tertentu yang harus disesuaikan untuk menciptakan mereka. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Juga, kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari yang dapat bersinar melalui kabut tebal di depan.
7.      Waterfall Rainbows
Kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara konstan atmosfer terus menerus, terlepas dari cuaca. Hal ini membuat sebuah foto teman-air terjun yang sangat baik untuk pelangi! Seleksi pasangan beberapa gambar air terjun paling terkenal yang berbarengan dengan beberapa pelangi menakjubkan.
8.      Fire Rainbows
Pelangi ini bukan terbuat dari api, Nama yang benar untuk efek optik yang indah ini adalah “circumhorizontal arc”. Fenomena ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu: awan cirrus, yang bertindak seperti prisma harus setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika mereka berada di ketinggian 58-68 derajat. Rainbow Fire tidak pernah terlihat di lokasi lebih dari 55 derajat utara atau selatan.
9.      Moonbows
Moonbows, seperti moondogs, adalah mitra untuk pelangi lunar. Mereka juga jauh lebih sulit dilihat karena badai hujan harus berlalu dan, idealnya, bulan purnama yang terang tidak terhalang oleh awan.







BAB III
PENUTUP
           A.    Kesimpulan
Pelangi merupakan pembiasan cahaya yang berasal dari warna putih yang dibisakan melalui tetesan air yang pembiasannya sama seperti dibiaskan pada prisma kaca. Sehingga akan menghasilkan spektrum cahaya yang terdiri dari beberapa warna.
Pelangi juga merupakan gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat. Dengan berbagai macam pembiasan cahaya yang terjadi maka akan menghasilkan bentuk pelangi yang berbeda. Sehinggamenjadi bentuk-bentuk pelangi yang sangat indah.pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.

Proses terjadinya pelangi melalui pembiasan, pemantulan dan dispersi cahaya, dimana Cahaya dibiaskan saat masuk ke titik-titik air, pembiasan ini terjadi karena cahaya mengalami perubahan indeks media dari udara ke air kemudian mengalami dispersi dan mengalami penguraian.Cahaya matahari yang telah terurai menjadi warna monokromatik sebagian akan mengalami pemantulan saat mengenai dinding tetesan air hujan dan sebagian lainnya akan menembus ke luar tetesan air hujan.  


B.  Saran
Setelah mempelajari proses terjadinya pelangi maka diharapkan akan bisa menjelaskan bagaimana proses terjadinya, bentuknya, dan spektrum warna pada pelangi. Serta setelah mempelajari proses terjadinya pelangi, kita senantiasa mengagumi serta mengakui akan kebesaran Tuhan.

DAFTAR PUSTAKA



Buscar

 
StoRy oF mY liFe Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger